Pada hari Ahad, 27 Oktober 2024, Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah (HIMA Ekonomi Syariah) Sekolah Tinggi Agama Islam Diponegoro Tulungagung sukses menggelar kegiatan bertajuk “Penyuluhan Hukum dan Pelatihan Bootcamp Excel” secara luring di lingkungan kampus. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja HIMA yang bertujuan untuk memperluas wawasan hukum dan meningkatkan keterampilan praktis mahasiswa di era digital.
Dengan menggabungkan dua aspek penting—hukum dan teknologi—acara ini menjadi wujud konkret komitmen HIMA dalam mencetak generasi cerdas dan kompeten secara menyeluruh.
Acara dimulai pukul 08.00 WIB dengan rangkaian pembukaan yang berlangsung khidmat. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang memberikan nuansa religius, disusul lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai simbol semangat kebangsaan. Sambutan diberikan oleh Ketua HIMA Ekonomi Syariah dan dosen pembimbing, yang menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai bekal intelektual dan profesional bagi mahasiswa Ekonomi Syariah.
Pembukaan ini tidak hanya menyemangati peserta, tetapi juga menegaskan bahwa kegiatan mahasiswa harus dilandasi nilai-nilai spiritual dan nasionalisme yang kuat.

Sesi pertama diisi oleh penyuluhan hukum dari Badan Konsultasi Hukum (BKH) yang menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang hukum ekonomi Islam. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan dasar-dasar hukum Islam, urgensi memahami hukum dalam transaksi ekonomi, dan pentingnya literasi hukum di kalangan mahasiswa. Penyuluhan ini juga membahas pembaruan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terbaru yang memiliki dampak luas terhadap masyarakat.
Sesi ini membuka cakrawala berpikir mahasiswa agar tidak hanya paham ekonomi secara normatif, tetapi juga mampu mengintegrasikan prinsip hukum dalam praktik kehidupan.

Antusiasme peserta sangat terlihat dalam sesi diskusi yang berlangsung hangat. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan terkait relevansi hukum Islam dan hukum positif dalam ekonomi modern, serta peran negara dalam menjaga keadilan ekonomi. Diskusi ini menjadi sarana yang efektif untuk menumbuhkan kesadaran hukum dan kepedulian sosial di kalangan mahasiswa.
Momen ini menunjukkan bahwa mahasiswa Ekonomi Syariah memiliki semangat untuk menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton dalam perubahan zaman.
Setelah istirahat dan shalat, kegiatan dilanjutkan dengan sesi kedua, yaitu Pelatihan Microsoft Excel yang dipandu oleh Bapak Khotibul Umam, S.Pd. Pelatihan ini diikuti oleh banyak peserta yang sangat antusias mempelajari aplikasi Excel sebagai salah satu perangkat penting dalam dunia kerja. Materi yang diberikan mencakup pengenalan antarmuka Excel, penggunaan rumus dasar, serta teknik pengolahan data secara efektif dan efisien.
Kegiatan ini dirancang agar mahasiswa memiliki bekal keterampilan teknis yang dibutuhkan dalam bidang administrasi, keuangan, maupun analisis data.

Dengan pendekatan yang sabar dan komunikatif, Bapak Khotibul Umam, S.Pd berhasil menciptakan suasana belajar yang kondusif. Peserta diajak mempraktikkan langsung materi yang disampaikan, sehingga mereka dapat memahami setiap langkah dengan baik. Tak hanya itu, pemateri juga menyisipkan tips praktis yang relevan dengan kebutuhan profesional mahasiswa ke depan.
Pelatihan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menjawab tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif dan berbasis digital.

Pelatihan ditutup dengan sesi foto bersama yang penuh keceriaan dan semangat. Para peserta merasa puas dengan ilmu yang mereka peroleh dan termotivasi untuk terus mengembangkan keterampilan Excel dalam aktivitas akademik maupun non-akademik.
Dokumentasi ini menjadi penanda bahwa semangat belajar dan kolaborasi antar mahasiswa tetap terjaga dan menjadi budaya positif di lingkungan kampus.

Secara keseluruhan, kegiatan ini menjadi momentum berharga dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya cakap dalam teori ekonomi syariah, tetapi juga tanggap terhadap aspek hukum dan terampil dalam teknologi. HIMA Ekonomi Syariah menunjukkan komitmennya dalam menciptakan ruang belajar yang kolaboratif, edukatif, dan berdampak nyata.
Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin untuk membentuk generasi mahasiswa yang profesional, berintegritas, dan berdaya saing tinggi tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.